Permasalahan yang terjadi di
masyarakat pedesaan bukan saja karna menyangkut dari sebagian pembangunan yang
berskala besar seperti pembangunan proyek,namun pada umumnya yaitu permasalahan
yang terjadi mencakup lebih luas tentang pembangunan yang berlangsung didesa
dapat berupa sumberdaya manusia,material dan sumber daya dari pemerintah yang
di perlukan guna untuk membangun sebuah desa.sebenarnya masyarakat desa bisa
dikatakan masyarakat yang mandiri yang mampu menciptakan dan mengembangkan
potensi dirinya untuk membangun,memenuhi segala kebutuhan hidupnya ,membangun
sarana prasarana yang mereka butuhkan didesa.disini pemerintah juga perlu
mengadakan bantuan pada masyarakat desa untuk menjadikan desa lebih maju lagi
tentunya dengan proses pemberdayaan pendidikan yang menyeluruh serta media
sebagai alat untuk menyampaikan informasi kepada masyarakat desa yang
pengetahuannya masih minim.pembangunan desa tentu sangat penting yang harus di
perhatikan oleh pemerintah untuk kepentingan bersama serta mensejahterakan
kehidupan masyarakat Indonesia.
Dalam
artikel yang saya susun,saya akan memaparkan sedikit tentang apa saja
permasalahan-permasalahan yang dihadapi dalam pembangunan desa dan peran serta
masyarakat pedesaan.
Permasalahan
yang dihadapi dalam pembangunan desa umumnya berada pada masalah structural dan
sosial budaya.adapun masalah yang dihadapi dalam upaya pembangunan di desa
yaitu:
A.
Masalah
sosial budaya
Rendahnya
tingkat pendidikan
Sarana
pendidikan masyarakat desa cenderung rendah,masyarakat didesa umumnya hanya
berpendidikan SD,SMP dan SMA saja itupun masih sangat langka orang yang
melanjutkan pendidikan nya sampai tingkat SLTA.hal seperti ini disebabkan karna
kurangnya pengetahuan masyarakat desa tentang pentingnya pendidikan untuk
masadepan mereka,untuk kelangsungan kesejahteraan hidup mereka selanjutnya.
Lazimnya masyarakat desa jika anak nya telah lulus dari SD lebih memilih untuk
di nikahkan. Sehingga masadepan generasi penerus bangsa terputus dan terlingkar
oleh kemiskinan karna rendahnya pendidikan yang disandangnya.rendahnya
pendidikan ini juga menyebabkan berbgai
permasalahan seperti kurangnya inisiatif untuk kesejahteraan hidupnya , mereka
hanya memikirkan bagaimana mereka bisa bertahan hidup dengan kemampuan yang
mereka miliki tanpa memikirkan bagaimana sekanjutnya kehidupan mereka jika
tidak adanya dasar pengetahuan tentu mereka hanya akan pasif,dan bagaimana
tantangan mereka dimasa yang akan datang.karena minimnya pendidikan hampir 95%
mata pencaharian masyarakat desa yaitu sebagai petani.rendahnya pendidikan pula
menjadi kendala dalam penerapan inovasi
yang dilakukan oleh penyuluhan.oleh karena itu masyarakat desa harus
ditingkatkan kesadaran akan pentingnya pendidikan untuk generasi penerus yang
akan datang.
Minimnya
sarana dan prasarana di pedesaan
Selain
rendahnya pendidikan adapun masalah yang dihadapi dalam pembangunan desa yaitu
sarana dan prasarana di antaranya adalah transportasi sebagai alat untuk menjembatani
isolasi antara daerah yang satu dengan daerah yang lainnya,seperti jalan
raya,sungai,jembatan,transportasi laut,danau dan lain sebagainya sebagai alat
penghubung.sedangkan sarana nya yaitu,mobil,motor,perahu,pesawat dan lain
sebagainya.transportasi yang memadai akan mendukung arus orang dan barang yang
keluar dan masuk ke pedesaan.untuk mendorong peningkatan dinamika masyarakat
pedesaan akan arus transportasi orang dan barang keluar dan masuk dari dank e
daerah pedesaan diperlukan sarana dan prasarana transportasi yang memadai.
Salah
satu penyebab daerah pedesaan masih tertinggal adalah masih minimnya sarana dan
prasarana transportasi yang membuka akes daerah pedesaan dengan daerah
lainnya.kondisi sarana dan prsarana transportasi yang minim berkontribusi
terhadap keterbelakangan ekonomi daerah pedesaan ,secaraumum masyarakat daerah
pedesaan menghasikan jenis produk yang sama sehingga transaksi jual beli barang
antar sesame penduduk disuatu desa relative kecil karna semua orang memiliki
produk yang saa sehingga dengan adanya sarana dan prasarana hasil produk dari
desa dapat di angkut ke kota melalui sarana yang memadai sehingga dengan cepat
proses pemasarannya dan meningkatkan tingkat ekonomi yang tinggi,namun tak bisa
dipungkiri karna minim nya sarana dan prasarana yang ada justru terlalu lama
produk di diamkan hingga rusak dan masyarakat desa mengalami kerugian dan tentu
banyak masyarakat desa lebih memilih merantau kedaerah ain terutama daerah perkotaan yang dianggap lebih
menawarkan masa depan yang lebih baik.
Terbatasnya
lapangan pekerjaan di pedesaan
Indonesia
sebagai negara agraris sampai saat ini dapat dilihat dari besarnya jumlah
penduduk yang masih mengandakan penghasilannya serta menggangtungkan harapan
hidupnya pada sector pertanian.sektor pertanian mendominasi masyrakat pedesaan
sebagai mata pencahariannya .hingga sampai saat ini lapangan pekerjaan yang
tersedia didesa hanyalah pertanian.hanya sedikit orang saja bahkan terbatas
yang mempunyai profesi sebagai orang orang tertentu yang mempunyai
pangkat.aktivitas usaha masyarakat pedesaan hanya mengelola sumber daya alam
yang secara langsung atau tidak ada kaitan nya dengan pertanian.peluang usaha
di non-sektor pertanian masih belum memadai dan belum berkembang dengan baik
karna kurangnya wawasan serta kesadaran masyarakat desa akan perkembangan zaman
yang di dominasi oleh perkembangan teknologi.
Upaya
untuk medorong dan melepaskan daerah pedesaan dari berbagai ketertinggalan atau
keterbelakangan maka pembangunan desa dalam aspek fisik perlu mendapat
perhatian serius dari pemerintah dan komponen msyarakat lainnya.pembangunann
desa dalam aspek fisik selanjutnya dalam tulisan ini disebut pembangunan
desa.merupakan pembangunan sarana prasarana dan manusia didaerah pedesaan yang
merupakan kebutuhan masyarakat daerah pedesaan dalam mendukung kativitas dan
kehidupan masyarakat pedesaan.
Peran
pemerintah dalam pembangunan dsa ditempatkan pada posisi yang tepat.pemerintah
diharapkan berperan dalam memberi
motivasi,stimulus,fasilitas,pembinaan,pengawasan dan hal-hal yang bersifat
bantuan terhadap pembangunan desa.
Rendahnya
kesadaran petani terhadap adopsi dan inovasi pertanian
Karena
minimnya pendidikan masyarakat hal ini menyebabkan penduduk desa hampir 95%
penduduk bermata pencaharian sebagai petani .selain itu masalah rendahnya
pendidikan menjadikan kendala dalam penerapan inovasi yang dilakukan oleh
penyuluhan.dalam mengelola pertanian mereka
hanya menggunakan cara-carayang mereka terapkan selama ini secara turun
temurun tanpa adapembaharuan yang dilakukan untuk meningkatkan hasil tani
mereka.
PERAN
SERTA MASYARAKAT PEDESAAN
Masyarakat
diharapkan untuk berperan serta lebih aktif dan produktif,lebih
diberdayakanpartisifasi nya serta kontribusi dalam penyusunan program
pembangunan yang dibutuhkan masyarakat ,memberikan pemikiran yang
konstruktif,ikhlas menyerahkan sebahagian lahannya dan bersedia mengumpulkn
dana untuk melaksanakan pembangunan didesanya.
Dalam pendekatan perencanaan
partisipatif dibutuhkan dukungan pemerintah pusat,pemerintah daerah dan
kontribusi dari anggota masyarakat local.
Pembangunan masyarakat pedesaan
ditingkatkan melalui pengembangan kemampuan sumberdaya manusia yang ada di
pedesaan,sehingga prakarsa dan kreatifitas anggota masyarakat menjadi semakin
berkembang dan tingkat kesadarannya semakin tinggi.
Pengertian dan pola peran masyarakat
dalam pembangunan terkait erat dengan azas dan falsafah yang dianut dalam
kehidupan masyarakat.pengertian dan pola peran masyarakat tercermin dalam
masalah masalah yang timbul dalam kegiatan pelaksanaan desentralisasi dan
otonomi daerah,dan tampak dalam pelaksanaan pendekatan perancanaan baik dari
bawah dan dari atas ,yang menghendaki tanggung jawab,prakarsa dan partisipasi
aktif masyarakat.karena tidak mungkin seluruh kegiatan pembangunan dilaksanakan
oleh pemerintah,maka diperlukan peran serta masyarkat dalam berbagai kegiatan
pembangunan baik dibidang ekonomi ,pelayanan umum maupun di bidang sosial
lainnya.
Berbagai
bentuk peran masyarakat yang teah berkembang meliputi:
a. Peran
serta dalam dunia usaha
b. Peran
serta dalam bidang sosial ekonomi seperti pendidikan,pelayanan
kesehatan,angkutan,dan jenis-jenis jasa lainnya.
c. Peran
serta dalam proses perencanaan pembangunan seperti yang dilakukan LKMD dan
sebagainya.
d. Peran
sertakarena dorongan bain un tuk turut memikirkan permasaahan
pembangunan,seperti yang diakukan oleh media massa dan sebagainya.
e. Peran
serta kelompok professional dan kelompok minat karena ingin menyumbangkan
kemampuan nya kepada masyarakat miskin ,menderita,tertinggal,dan terpencil seperti
yang dilakukan oleh LSM
f. Peran
serta yang tela lama melembaga ditengah tradisi masyarakat ,seperti gotong
royong,banjar desa,dan lain-lain.
Untuk menumbuhkan peran serta
masyarakt dalam pembangunan yang tidak terjangkau oleh birokrasi pemerintah dibutuhkan
peran serta LSM yang mampu dalam bidangnya untuk berperan serta .dengn peran
serta LSM,program-program pemerintah dapat menjangkau masyarakat lebih
luas,dengan demikian prakarsa masyarakat sendiri dapat tumbuh sehingga
kegiatan-kegiatan pembangunan tidak tergantung pada proyek pemerintah.dengan
cara ini pendapatan masyarakat dan kesempatan kerja dapat meningkat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar