Hidup
dan matinya hati seseorang sangat mempengaruhi sifat malu oraang tersebut.
Begitu pula dengan hilangnya rasa malu ,di pengaruhi oleh kadar kematiann hati
dan ruh seseorang.
Sehingga
setap kali hati hidup,pada saatitu pula rasa malu menjadi lebih sempurna.
Malu
adalah cabang keimanan seperti yang di
sabda kan rasul:”iman memiliki dari tujuhpulu atau enampuluh cabang,cabang yang
paling tinggi adalah perkataan laailahailallah
dan yang paling rendah adalah menyingkirkan duri atau gangguann dari jalan,dan malu adalah
salah satu canbang iman.
Malu
dan iman senantiasa berama,apabila salah satunya dicvabut maka hilanglah yang
lainnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar