Dalam
dunia yang semakin maju ini, pendidikan juga mengalami kemajuan, baik dari
sistem dan proses pembelajaran serta sarana prasarana yang semakin mendukung
proses pembelajaran yang baik. Namun, ada juga dampak proses globalisasi yang
menurunkan kualitas pendidikan. Dampak tersebut juga membuat sistem pendidikan
merosot dan bahkan menurunkan kepercayaan masayarakat. Perilaku-perilaku
menyimpang yang terjadi dalam dunia pendidikan yang mencemari dunia pendidikan
yang dibuat oleh oknum-oknum yang sangat tidak bertanggung jawab. Banyaknya
dunia pendidikan yang terjadi baik yang dilakukan oleh peserta didik maupun
tenaga pendidik itu sendiri.
Dalam
kalangan peserta didik, biasanya perilaku menyimpang yang terjadi adalah
kekerasan, baik itu kekerasan fisik ataupun batin. Salah satu fakta nyata yang
terjadi adalah banyaknya tawuran siswa antar sekolah hanya karena masalah yang
sebenarnya dapat diselesaikan dengan baik-baik. Adanya pihak-pihak provokator
yang menyebar isu-isu sehingga memancing kemarahan siswa menjadi bentuk nyata
bahwa para peserta didik memilik mental yang lemah dan mudah terprovokator oleh
orang lain. Selain itu, kekerasan yang terjadi juga seperti peristiwa yang
baru-baru ini terjadi antara sesama siswa yang membully siswa lainnya hanya
karena masalah kecil. Namun, karena kemarahan serta ada orang yang mengkambing
hitamkan masalah tersebut. Mereka dengan sengaja membully temannya lewat
kekerasan difisik maupun batin. Hal itu tentunya memberikan trauma yang
mendalam terhadap siswa yang menjadi korban pembullyan. Masih banyak lagi
permasalahan penyimpangan sosial yang terjadi dalam dunia pendidikan yang
dialami oleh peserta didik.
Ternyata,
selain peserta didik itu sendiri, tenaga pendidik juga banyak yang melakukan
pelanggaran dan melakukan penyimpangan sosial. Kasus-kasus penyimpangan sosial
yang dilakukan pendidik yang mencoreng nama baik pendidikan dimata dunia.
Seperti kasus guru yang melakukan seks dengan siswa dengan iming-iming nilai
dan ancaman dikeluarkan dari sekolah jika menolak ajakan guru tersebut. Hal ini
tentunya menjadi bukti bahwa pemerintah masih kurang waspada dalam
memperahatikan pendidikan sehingga maraknya kasus-kasus penyimpangan sosial
yang terjadi di lingkungan sekolah dan merugikan masyarakat. Seharusnya dengan
kejadian-kejadian yang sudah terjadi sebelumnya menjadi pelajaran dan tidak
boleh terulang lagi. Namun karena kurangnya pengawasan, penyimpang dapat
terjadi berulang kali.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar