Minggu, 25 Desember 2016

PERILAKU MENYIMPANG DALAM DUNIA PENDIDIKAN


Dalam dunia yang semakin maju ini, pendidikan juga mengalami kemajuan, baik dari sistem dan proses pembelajaran serta sarana prasarana yang semakin mendukung proses pembelajaran yang baik. Namun, ada juga dampak proses globalisasi yang menurunkan kualitas pendidikan. Dampak tersebut juga membuat sistem pendidikan merosot dan bahkan menurunkan kepercayaan masayarakat. Perilaku-perilaku menyimpang yang terjadi dalam dunia pendidikan yang mencemari dunia pendidikan yang dibuat oleh oknum-oknum yang sangat tidak bertanggung jawab. Banyaknya dunia pendidikan yang terjadi baik yang dilakukan oleh peserta didik maupun tenaga pendidik itu sendiri.
Dalam kalangan peserta didik, biasanya perilaku menyimpang yang terjadi adalah kekerasan, baik itu kekerasan fisik ataupun batin. Salah satu fakta nyata yang terjadi adalah banyaknya tawuran siswa antar sekolah hanya karena masalah yang sebenarnya dapat diselesaikan dengan baik-baik. Adanya pihak-pihak provokator yang menyebar isu-isu sehingga memancing kemarahan siswa menjadi bentuk nyata bahwa para peserta didik memilik mental yang lemah dan mudah terprovokator oleh orang lain. Selain itu, kekerasan yang terjadi juga seperti peristiwa yang baru-baru ini terjadi antara sesama siswa yang membully siswa lainnya hanya karena masalah kecil. Namun, karena kemarahan serta ada orang yang mengkambing hitamkan masalah tersebut. Mereka dengan sengaja membully temannya lewat kekerasan difisik maupun batin. Hal itu tentunya memberikan trauma yang mendalam terhadap siswa yang menjadi korban pembullyan. Masih banyak lagi permasalahan penyimpangan sosial yang terjadi dalam dunia pendidikan yang dialami oleh peserta didik.

Ternyata, selain peserta didik itu sendiri, tenaga pendidik juga banyak yang melakukan pelanggaran dan melakukan penyimpangan sosial. Kasus-kasus penyimpangan sosial yang dilakukan pendidik yang mencoreng nama baik pendidikan dimata dunia. Seperti kasus guru yang melakukan seks dengan siswa dengan iming-iming nilai dan ancaman dikeluarkan dari sekolah jika menolak ajakan guru tersebut. Hal ini tentunya menjadi bukti bahwa pemerintah masih kurang waspada dalam memperahatikan pendidikan sehingga maraknya kasus-kasus penyimpangan sosial yang terjadi di lingkungan sekolah dan merugikan masyarakat. Seharusnya dengan kejadian-kejadian yang sudah terjadi sebelumnya menjadi pelajaran dan tidak boleh terulang lagi. Namun karena kurangnya pengawasan, penyimpang dapat terjadi berulang kali.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar