Minggu, 25 Desember 2016

KEPRIBADIAN SEBAGAI CARA UNTUK BERADAPTASI


Kepribadian secara universal adalah susunan unsur-unsur akal dan jiwa yang menentukan perbedaan tingkah laku atau tindakan dari tiap-tiap individu manusia itu. Kepribadian ( personality ) merupakan salah satu kajian psikologi yang lahir berdasarkan pemikiran, kajian atau temuan-temuan (hasil praktik penanganan kasus) para ahli. Objek kajian kepribadian adalah “human behavior”, perilaku manusia, dan pembahasannya terkait dengan apa, mengapa, dan bagaimana perilaku tersebut.
Banyak definisi mengenai kepribadian itu sendiri. Ada yang menganggap bahwa kepribadian merupakan watak dan perilaku serta berbagai macam pengertian lain. Kepribadian merupakan sesuatu yang dimiliki manusia sejak lahir namun berkembang seiring pertumbuhannya dari maa kanak-kana hingga masa dewasa. Terdapat faktor-faktor kepribadia yang terjadi saat prenatal (prakelahiran), dimana Sebelum dilahirkan, seorang anak manusia berada dalam kandungan selama kira-kira sembilan bulan sepuluh hari. Masa dalam kandungan dipandang sebagai saat (periode) yang kritis dalam perkembangan kepribadian, sebab tidak hanya sebagai saat pembentukkan pola-pola kepribadian, tetapi juga sebagai masa pembentukkan kemampuan–kemampuan yang menentukan jenis penyesuaian individu terhadap kehidupan setelah kelahiran. Keadaan kandungan ibu juga dapat mempengaruhi perkembangan kepribadian anak yang akan dilahirkan. Akibat kondisi yang tidak menguntungkan, dapat menyebabkan bayi lahir dalam keadaan yang cacat atau kidal. Keterkejutan keras (shock) saat lahir dapat pula mengakibatkan bayi itu memiliki kelambanan dalam berpikir. Selain itu ada faktor lain yakni faktor genetika (pembawaan/heredity) yang terjadi dari Warisan biologis berpengaruh penting dalam membentuk beberapa ciri kepribadian seseorang, namun tidak menentukan semua ciri kepribadian orang tersebut. Lebih lanjut dikemukakan, bahwa fungsi hereditas dalam kaitannya dengan perkembangan kepribadian adalah (1) sebagai sumber bahan mentah (raw materials) kepribadian seperti fisik, intelegensi, dan tempramen ; (2) membatasi perkembangan kepribadian (meskipun kondisi lingkungannya sangat baik/kondusif, perkembangan kepribadian itu tidak bisa melebihi kapasitas atau potensi hereditas) ; (3) dan mempengaruhi keunikan kepribadian. Dan yang terakhir adalah faktor limgkungan (enviroment), yang didapat dari adaptasinya melalui keluarga, kebudayaan, dan sekolah.
            Dari ketiga faktor tersebut, dapat kita kaitkan jika seseorang memiliki kepribadian yang baik atau buruk, itu akan mempenagruhi proses interaksi dan adaptasi dilingkungan sosial masyarakatnya. Kepribadia baik atau buruk seseorang juga dapat dilihat melalui proses interaksi yang dilakukan seseorang kepada orang lain.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar