Kepribadian
secara universal adalah susunan unsur-unsur akal dan jiwa yang menentukan
perbedaan tingkah laku atau tindakan dari tiap-tiap individu manusia itu.
Kepribadian ( personality ) merupakan salah satu kajian psikologi yang lahir
berdasarkan pemikiran, kajian atau temuan-temuan (hasil praktik penanganan
kasus) para ahli. Objek kajian kepribadian adalah “human behavior”, perilaku manusia, dan pembahasannya terkait dengan
apa, mengapa, dan bagaimana perilaku tersebut.
Banyak
definisi mengenai kepribadian itu sendiri. Ada yang menganggap bahwa
kepribadian merupakan watak dan perilaku serta berbagai macam pengertian lain.
Kepribadian merupakan sesuatu yang dimiliki manusia sejak lahir namun
berkembang seiring pertumbuhannya dari maa kanak-kana hingga masa dewasa.
Terdapat faktor-faktor kepribadia yang terjadi saat prenatal (prakelahiran),
dimana Sebelum dilahirkan, seorang anak manusia berada dalam kandungan selama
kira-kira sembilan bulan sepuluh hari. Masa dalam kandungan dipandang sebagai
saat (periode) yang kritis dalam perkembangan kepribadian, sebab tidak hanya
sebagai saat pembentukkan pola-pola kepribadian, tetapi juga sebagai masa
pembentukkan kemampuan–kemampuan yang menentukan jenis penyesuaian individu
terhadap kehidupan setelah kelahiran. Keadaan kandungan ibu juga dapat
mempengaruhi perkembangan kepribadian anak yang akan dilahirkan. Akibat kondisi
yang tidak menguntungkan, dapat menyebabkan bayi lahir dalam keadaan yang cacat
atau kidal. Keterkejutan keras (shock) saat lahir dapat pula mengakibatkan bayi
itu memiliki kelambanan dalam berpikir. Selain itu ada faktor lain yakni faktor
genetika (pembawaan/heredity) yang terjadi dari Warisan biologis berpengaruh
penting dalam membentuk beberapa ciri kepribadian seseorang, namun tidak
menentukan semua ciri kepribadian orang tersebut. Lebih lanjut dikemukakan,
bahwa fungsi hereditas dalam kaitannya dengan perkembangan kepribadian adalah
(1) sebagai sumber bahan mentah (raw materials) kepribadian seperti fisik,
intelegensi, dan tempramen ; (2) membatasi perkembangan kepribadian (meskipun
kondisi lingkungannya sangat baik/kondusif, perkembangan kepribadian itu tidak
bisa melebihi kapasitas atau potensi hereditas) ; (3) dan mempengaruhi keunikan
kepribadian. Dan yang terakhir adalah faktor limgkungan (enviroment), yang
didapat dari adaptasinya melalui keluarga, kebudayaan, dan sekolah.
Dari ketiga faktor tersebut, dapat
kita kaitkan jika seseorang memiliki kepribadian yang baik atau buruk, itu akan
mempenagruhi proses interaksi dan adaptasi dilingkungan sosial masyarakatnya.
Kepribadia baik atau buruk seseorang juga dapat dilihat melalui proses
interaksi yang dilakukan seseorang kepada orang lain.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar