Senin, 19 Desember 2016

agama saling melengkapi


Pemikiran ini pada hakikatnya,merupakan langkah berikutnya setelah gagasan “tebagi-baginya kebenaran diantara agama-agama”.
Gagasan bahwa agama-agama saling melengkapi satu sama laintelah menjadi sutu diskursuspemikiran yang semakin diterima dan didukung oleh erbagai kalangan,khususnya para cerdik-cendekia yan bergelt dibidang kajian lmiah agama-agama dan dialg antar agama.
Kita bisa meyakini agama kita sendiri tanpa harus menganggapnya sebagai satu-satunya wadah kebenaran, kita bsa mencintaiya tanpa harus merasakan bahwa ia satu-satunya jalan keselamatan.namun agaknya gagasan Ini tidak terartikulasi secara penuh,utuh dan komperehensif.baik secara eoritis maupun praktis.pada abad ke 20 kecuali pada sebuah sosok penting dalam sejarah kemerdekaan india yakni Mohandas Karamacand Gandhi.hal ini di karenakan tokoh ini memang benar-benar berhasil dan mampu menerjemahkan gagasan dan ideologynya yang ia fahami dari tradisi-tradisi Hindu dengan pemahaman-pemahaman baru.kedalam bahasa yang nudah dipahami dan dimengerti public,dan pada saat yang sama mampu mengejewantahkannya dala kehiduannya sehari-hari dengan berbagai aspeknya sebagai pemimpin dan perancang kemerdekaan india dari penjajahan inggris.Nah diini kemudian fenomena Gandhi ini menjadi confusin bagi sementara peneliti termasuk Smart.mereka menganggap bahwa pwmikiran dan ideology Hndu baruuGandhi lebih banyak bersifat poits dariada religious.padahal samasekkali tidak demikian.sebab sosok ini,berangkat dari keyakinan hindu nya yang sangat kuat tidak mengakui sekuralisme sama sekali dan tidak membeda-bedakan antara agama dan poliik,melainkan sepenuhnya meyakini bahwa agama mencakup seluruh wilayah kehidupan manusia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar