Pemikiran
ini pada hakikatnya,merupakan langkah berikutnya setelah gagasan
“tebagi-baginya kebenaran diantara agama-agama”.
Gagasan
bahwa agama-agama saling melengkapi satu sama laintelah menjadi sutu
diskursuspemikiran yang semakin diterima dan didukung oleh erbagai
kalangan,khususnya para cerdik-cendekia yan bergelt dibidang kajian lmiah
agama-agama dan dialg antar agama.
Kita
bisa meyakini agama kita sendiri tanpa harus menganggapnya sebagai satu-satunya
wadah kebenaran, kita bsa mencintaiya tanpa harus merasakan bahwa ia
satu-satunya jalan keselamatan.namun agaknya gagasan Ini tidak terartikulasi
secara penuh,utuh dan komperehensif.baik secara eoritis maupun praktis.pada
abad ke 20 kecuali pada sebuah sosok penting dalam sejarah kemerdekaan india
yakni Mohandas Karamacand Gandhi.hal ini di karenakan tokoh ini memang
benar-benar berhasil dan mampu menerjemahkan gagasan dan ideologynya yang ia
fahami dari tradisi-tradisi Hindu dengan pemahaman-pemahaman baru.kedalam
bahasa yang nudah dipahami dan dimengerti public,dan pada saat yang sama mampu
mengejewantahkannya dala kehiduannya sehari-hari dengan berbagai aspeknya
sebagai pemimpin dan perancang kemerdekaan india dari penjajahan inggris.Nah
diini kemudian fenomena Gandhi ini menjadi confusin bagi sementara peneliti
termasuk Smart.mereka menganggap bahwa pwmikiran dan ideology Hndu baruuGandhi
lebih banyak bersifat poits dariada religious.padahal samasekkali tidak
demikian.sebab sosok ini,berangkat dari keyakinan hindu nya yang sangat kuat
tidak mengakui sekuralisme sama sekali dan tidak membeda-bedakan antara agama
dan poliik,melainkan sepenuhnya meyakini bahwa agama mencakup seluruh wilayah
kehidupan manusia.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar